Akhir-akhir ini resimen mahasiswa mendapat sorotan tajam dari berbagai media massa


Akhir-akhir ini resimen mahasiswa mendapat sorotan tajam dari berbagai media massa yang menyangkut ulah segelintir oknum menwa yang merugikan nama baik corps. Diluar penilaian terhadap ungkapan tuntutan agar Menwa dibubarkan. mau, tidak mau objektif ataupun subjektif harus kita akui secara jujur bahwa strategi pembinaan terhadap Menwa memang perlu untuk dibenahi.

Ada pepatah yang mengatakan “Tidak ada prajurit yang jelek, yang ada adalah perwira atau komandan yang tidak becus”.Adanya kasus-kasus negatif akibat ulah oknum-oknum Menwa adalah karena tidak adanya pembinaan yang sistematis serta salah dalam penggunaannya. Karena ketidak tahuan para pemimpin perguruan tinggi serta para pembinanya, karena meletakan status Menwa yang bukan pada tempatnya.

Menwa harus kembali ke khittahnya yaitu sebagai “Resimen Pendidikan”, untuk menghasilkan kekuatan cadangan nasional dan sekaligus “Cendekiawan Merah Putih” karena statusnya pendidikan, maka Menwa tidak boleh digunakan dalam bentuk operasional, kecuali dalam keadaan darurat dan penting. Riwayat hidup Menwa dipenuhi dengan tugas-tugas sebagai cadangan TNI.

Beberapa catatan

Permasalahan Menwa yang utama di kampus adalah mampu atau tidaknya untuk tetap eksis dan selalu mempunyai peran yang konseptual dalam dunia kemahasiswaan Menwa yang merupakan bagian dari kegiatan kemahasiswaan yang positif untuk menghasilkan Sarjana plus. haruslah memenuhi beberapa kriteria berikut :

Resimen mahasiswa harus bebas dari muatan politik dan kekuasaan, serta primordialisme. Menwa adalah resimen pendidikan (Training Corps), wadah penggemblengan generasi muda, khususnya mahasiswa untuk menghasilkan calon pemimpin yang berkwalitas dan berwawasan kebangsaan.

Sebagai wadah untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa akan kemahiran berorganisasi. Resimen mahasiswa hendaknya dapat membekali anggotanya dengan leadership dan manajemen yang bertujuan untuk menghasilkan Sarjana plus. Selain itu Menwa adalah wadah untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa akan nilai-nilai keprajuritan dan kebangsaan seperti nasionalisme, patriotisme, berani, loyal, disiplin, berdedikasi tinggi, pantang menyerah, adil dan jujur yang sangat diperlukan dalam era globalisasi dewasa ini.

Nilai-nilai keprajuritan dan kebangsaan akan membentuk etos kerja yang tinggi dan daya tahan luar biasa. bila didukung oleh intelektual yang baik dan leadership yang tangguh serta manajemen yang handal akan menghasilkan pemimpin yang tangguh, berdedikasi, berwawasan kebangsaan dan menjunjung profesionalisme.

Sebagai bagian dari masyarakat akademis anggota Menwa haruslah menjunjung “human right” menghormati orang lain harus hidup bersama dalam perbedaan. Dalam masyarakat kampus yang kita junjung adalah keilmiahan, kejujuran dan kebenaran atau objektifitas. Selain itu terdapat sikap saling menghormati, saling menghargai pendapat orang lain. Kalau ada orang yang tidak setuju dengan Menwa jangan dimusuhi.

Khusus kepada para senior dan pemimpin satuan dalam pembinaan di resimen mahasiswa haruslah dapat menyediakan tantangan. Tantangan yang terus menerus akan membentuk orang mempunyai “naluri tempur”. Naluri yang akan membuat seorang menjadi rakus akan tugas-tugas, hal ini bila dilatih terus menerus akan menimbulkan etos kerja.

Dari uraian ini jelas mengapa banyak tokoh dunia, seperti Ratu Inggris, Raja Yordania, Raja Persia dan lain-lain menyekolahkan anak mereka ke sekolah militer yang terbaik seperti West Point, di Amerika. Karena mereka ingin membentuk anak-anaknya dalam “ hard process”, dalam tantangan. Pendidikan militer sudah menjadi idola dan diakui kehandalannya.

1 Response to Akhir-akhir ini resimen mahasiswa mendapat sorotan tajam dari berbagai media massa

  1. setuju KAURDIKLAT.
    jh dan melakukan penekanan top down system, maka.. jalan satu-satunya adalah down top..,
    jika tidak memungkinkan, maka bisa kiranya dilakukan pembinaan skala kecil dengan targetsystem untuk kemudian membesarkan linkup tersebut.
    saya yakin jika rekan-rekan Resimen Mahasiswa Indonesia (RMI) berkeyakinan demikian.
    karena logikanya..
    jika bukan kita.. siapa lagi?!!
    jika tidak saat ini.. kapan lagi?!!

    mari melankgkah bersama membangun bangsa umumnya dan RMI pada khususnya,
    semoga langkah kita diridhoi Allah SWT!
    Amin..!