Buat para pemimpin Bangsa...
Hai para calon presiden dan calon wakil presiden periode thn 2009 - 2014. INGAT masyarakat sudah sangat menderita . . . buatlah program yang bisa mensejahterakan rakyat khususnya rakyat kecil, jadilah pemimpin yang tegas, pintar, banyak opsi jitu yang dapat mensejahterakan rakyat. . . INGAT lah para calon pemimpin!!!!!!!!! Jika merasa tidak mampu mundur sajalah... Ingat negeri ini butuh pemimpin yang kuat, Jabarkan!
Akhir-akhir ini resimen mahasiswa mendapat sorotan tajam dari berbagai media massa
Akhir-akhir ini resimen mahasiswa mendapat sorotan tajam dari berbagai media massa yang menyangkut ulah segelintir oknum menwa yang merugikan nama baik corps. Diluar penilaian terhadap ungkapan tuntutan agar Menwa dibubarkan. mau, tidak mau objektif ataupun subjektif harus kita akui secara jujur bahwa strategi pembinaan terhadap Menwa memang perlu untuk dibenahi.
Ada pepatah yang mengatakan “Tidak ada prajurit yang jelek, yang ada adalah perwira atau komandan yang tidak becus”.Adanya kasus-kasus negatif akibat ulah oknum-oknum Menwa adalah karena tidak adanya pembinaan yang sistematis serta salah dalam penggunaannya. Karena ketidak tahuan para pemimpin perguruan tinggi serta para pembinanya, karena meletakan status Menwa yang bukan pada tempatnya.
Menwa harus kembali ke khittahnya yaitu sebagai “Resimen Pendidikan”, untuk menghasilkan kekuatan cadangan nasional dan sekaligus “Cendekiawan Merah Putih” karena statusnya pendidikan, maka Menwa tidak boleh digunakan dalam bentuk operasional, kecuali dalam keadaan darurat dan penting. Riwayat hidup Menwa dipenuhi dengan tugas-tugas sebagai cadangan TNI.
Beberapa catatan
Permasalahan Menwa yang utama di kampus adalah mampu atau tidaknya untuk tetap eksis dan selalu mempunyai peran yang konseptual dalam dunia kemahasiswaan Menwa yang merupakan bagian dari kegiatan kemahasiswaan yang positif untuk menghasilkan Sarjana plus. haruslah memenuhi beberapa kriteria berikut :
Resimen mahasiswa harus bebas dari muatan politik dan kekuasaan, serta primordialisme. Menwa adalah resimen pendidikan (Training Corps), wadah penggemblengan generasi muda, khususnya mahasiswa untuk menghasilkan calon pemimpin yang berkwalitas dan berwawasan kebangsaan.
Sebagai wadah untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa akan kemahiran berorganisasi. Resimen mahasiswa hendaknya dapat membekali anggotanya dengan leadership dan manajemen yang bertujuan untuk menghasilkan Sarjana plus. Selain itu Menwa adalah wadah untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa akan nilai-nilai keprajuritan dan kebangsaan seperti nasionalisme, patriotisme, berani, loyal, disiplin, berdedikasi tinggi, pantang menyerah, adil dan jujur yang sangat diperlukan dalam era globalisasi dewasa ini.
Nilai-nilai keprajuritan dan kebangsaan akan membentuk etos kerja yang tinggi dan daya tahan luar biasa. bila didukung oleh intelektual yang baik dan leadership yang tangguh serta manajemen yang handal akan menghasilkan pemimpin yang tangguh, berdedikasi, berwawasan kebangsaan dan menjunjung profesionalisme.
Sebagai bagian dari masyarakat akademis anggota Menwa haruslah menjunjung “human right” menghormati orang lain harus hidup bersama dalam perbedaan. Dalam masyarakat kampus yang kita junjung adalah keilmiahan, kejujuran dan kebenaran atau objektifitas. Selain itu terdapat sikap saling menghormati, saling menghargai pendapat orang lain. Kalau ada orang yang tidak setuju dengan Menwa jangan dimusuhi.
Khusus kepada para senior dan pemimpin satuan dalam pembinaan di resimen mahasiswa haruslah dapat menyediakan tantangan. Tantangan yang terus menerus akan membentuk orang mempunyai “naluri tempur”. Naluri yang akan membuat seorang menjadi rakus akan tugas-tugas, hal ini bila dilatih terus menerus akan menimbulkan etos kerja.
Dari uraian ini jelas mengapa banyak tokoh dunia, seperti Ratu Inggris, Raja Yordania, Raja Persia dan lain-lain menyekolahkan anak mereka ke sekolah militer yang terbaik seperti West Point, di Amerika. Karena mereka ingin membentuk anak-anaknya dalam “ hard process”, dalam tantangan. Pendidikan militer sudah menjadi idola dan diakui kehandalannya.
Ada pepatah yang mengatakan “Tidak ada prajurit yang jelek, yang ada adalah perwira atau komandan yang tidak becus”.Adanya kasus-kasus negatif akibat ulah oknum-oknum Menwa adalah karena tidak adanya pembinaan yang sistematis serta salah dalam penggunaannya. Karena ketidak tahuan para pemimpin perguruan tinggi serta para pembinanya, karena meletakan status Menwa yang bukan pada tempatnya.
Menwa harus kembali ke khittahnya yaitu sebagai “Resimen Pendidikan”, untuk menghasilkan kekuatan cadangan nasional dan sekaligus “Cendekiawan Merah Putih” karena statusnya pendidikan, maka Menwa tidak boleh digunakan dalam bentuk operasional, kecuali dalam keadaan darurat dan penting. Riwayat hidup Menwa dipenuhi dengan tugas-tugas sebagai cadangan TNI.
Beberapa catatan
Permasalahan Menwa yang utama di kampus adalah mampu atau tidaknya untuk tetap eksis dan selalu mempunyai peran yang konseptual dalam dunia kemahasiswaan Menwa yang merupakan bagian dari kegiatan kemahasiswaan yang positif untuk menghasilkan Sarjana plus. haruslah memenuhi beberapa kriteria berikut :
Resimen mahasiswa harus bebas dari muatan politik dan kekuasaan, serta primordialisme. Menwa adalah resimen pendidikan (Training Corps), wadah penggemblengan generasi muda, khususnya mahasiswa untuk menghasilkan calon pemimpin yang berkwalitas dan berwawasan kebangsaan.
Sebagai wadah untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa akan kemahiran berorganisasi. Resimen mahasiswa hendaknya dapat membekali anggotanya dengan leadership dan manajemen yang bertujuan untuk menghasilkan Sarjana plus. Selain itu Menwa adalah wadah untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa akan nilai-nilai keprajuritan dan kebangsaan seperti nasionalisme, patriotisme, berani, loyal, disiplin, berdedikasi tinggi, pantang menyerah, adil dan jujur yang sangat diperlukan dalam era globalisasi dewasa ini.
Nilai-nilai keprajuritan dan kebangsaan akan membentuk etos kerja yang tinggi dan daya tahan luar biasa. bila didukung oleh intelektual yang baik dan leadership yang tangguh serta manajemen yang handal akan menghasilkan pemimpin yang tangguh, berdedikasi, berwawasan kebangsaan dan menjunjung profesionalisme.
Sebagai bagian dari masyarakat akademis anggota Menwa haruslah menjunjung “human right” menghormati orang lain harus hidup bersama dalam perbedaan. Dalam masyarakat kampus yang kita junjung adalah keilmiahan, kejujuran dan kebenaran atau objektifitas. Selain itu terdapat sikap saling menghormati, saling menghargai pendapat orang lain. Kalau ada orang yang tidak setuju dengan Menwa jangan dimusuhi.
Khusus kepada para senior dan pemimpin satuan dalam pembinaan di resimen mahasiswa haruslah dapat menyediakan tantangan. Tantangan yang terus menerus akan membentuk orang mempunyai “naluri tempur”. Naluri yang akan membuat seorang menjadi rakus akan tugas-tugas, hal ini bila dilatih terus menerus akan menimbulkan etos kerja.
Dari uraian ini jelas mengapa banyak tokoh dunia, seperti Ratu Inggris, Raja Yordania, Raja Persia dan lain-lain menyekolahkan anak mereka ke sekolah militer yang terbaik seperti West Point, di Amerika. Karena mereka ingin membentuk anak-anaknya dalam “ hard process”, dalam tantangan. Pendidikan militer sudah menjadi idola dan diakui kehandalannya.
Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa Indonesia
1. Kami adalah mahasiswa warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
2. Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan pembelaan negara dan tidak kenal menyerah.
3. Kami Putra Indonesia yang berjiwa ksatria dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.
4. Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan Garba Ilmiah dan sadar akan hari depan Bangsa dan Negara.
5. Kami adalah mahasiswa yang memegang teguh disiplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepentingan Nasional di atas kepentingan pribadi mau pun golongan.
2. Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan pembelaan negara dan tidak kenal menyerah.
3. Kami Putra Indonesia yang berjiwa ksatria dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.
4. Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan Garba Ilmiah dan sadar akan hari depan Bangsa dan Negara.
5. Kami adalah mahasiswa yang memegang teguh disiplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepentingan Nasional di atas kepentingan pribadi mau pun golongan.
Terdapat 27 resimen, 26 di Indonesia dan 1 di Timor Loro Sae (dh Timor Timur)
1 Indra Pahlawan di Riau
2 Jayakarta di Daerah Khusus Ibukota Jakarta
3 Mahadarma di Timor Timur (belum dibubarkan hingga 10-Oktober-2004)
4 Mahadwiyudha di Bengkulu
5 Mahadana di Nusa Tenggara Timur
6 Mahadasa di Daerah Istimewa Aceh
7 Mahadipa di Jawa Tengah
8 Mahajani Nusa Tenggara Barat
9 Mahakarta Daerah Istimewa Yogyakarta
10 Mahaleo di Sulawesi Tenggara
11 Mahamaku di Ambon
12 Mahanata di Kalimantan Selatan
13 Mahapura di Kalimantan Barat
14 Maharatan di Lampung
15 Maharuyung di Sumatera Barat
16 Mahasamrat di Sulawesi Utara
17 Mahasena di Bali
18 Mahasurya di Jawa Timur
19 Mahatara di Sumatera Utara
20 Mahawarman di Jawa Barat
21 Mahawijaya di Sumatera Selatan
22 Mahawasih di Irian Jaya
23 Mulawarman di Kalimantan Timur
24 Pawana Cakti di Sulawesi Tengah
25 Sultan Thaha di Jambi
26 Wolter Monginsidi di Sulawesi Selatan
2 Jayakarta di Daerah Khusus Ibukota Jakarta
3 Mahadarma di Timor Timur (belum dibubarkan hingga 10-Oktober-2004)
4 Mahadwiyudha di Bengkulu
5 Mahadana di Nusa Tenggara Timur
6 Mahadasa di Daerah Istimewa Aceh
7 Mahadipa di Jawa Tengah
8 Mahajani Nusa Tenggara Barat
9 Mahakarta Daerah Istimewa Yogyakarta
10 Mahaleo di Sulawesi Tenggara
11 Mahamaku di Ambon
12 Mahanata di Kalimantan Selatan
13 Mahapura di Kalimantan Barat
14 Maharatan di Lampung
15 Maharuyung di Sumatera Barat
16 Mahasamrat di Sulawesi Utara
17 Mahasena di Bali
18 Mahasurya di Jawa Timur
19 Mahatara di Sumatera Utara
20 Mahawarman di Jawa Barat
21 Mahawijaya di Sumatera Selatan
22 Mahawasih di Irian Jaya
23 Mulawarman di Kalimantan Timur
24 Pawana Cakti di Sulawesi Tengah
25 Sultan Thaha di Jambi
26 Wolter Monginsidi di Sulawesi Selatan
Resimen Mahasiswa (MENWA)
Resimen Mahasiswa (Menwa) adalah salah satu di antara sejumlah kekuatan sipil untuk mempertahankan negeri. Ia lahir di perguruan tinggi sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), beranggotakan para mahasiswa yang merasa terpanggil untuk membela negeri.
Para anggota Menwa (wira) di setiap kampus membentuk satuan, yang disebut Satuan. Sebagai salah satu unit kegiatan kemahasiswaan, komandan satuan melapor langsung kepada rektor/pimpinan perguruan tinggi.
Para anggota Menwa (wira) di setiap kampus membentuk satuan, yang disebut Satuan. Sebagai salah satu unit kegiatan kemahasiswaan, komandan satuan melapor langsung kepada rektor/pimpinan perguruan tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)